5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Cetak Label Produk Biar Nggak Salah Pilih!

Cetak Label Produk

Label produk itu nggak sekadar tempelan informasi saja, tetapi juga jadi bagian terpenting dari branding untuk menarik perhatian konsumen. Sayangnya, banyak pelaku usaha yang mencetak label hanya karena “butuh”, bukan karena “strategi” branding yang matang. Akibatnya, hasilnya kurang maksimal dan bisa jadi kurang relevan dengan tujuan produk. 

Nah, artikel ini akan membahas apa saja yang harus Anda perhatikan sebelum cetak label produk supaya tujuan branding tetap berjalan. 



1. Pahami Dulu Target Konsumen Anda

Sebelum melangkah lebih jauh ke desain label kemasan, pahami dulu siapa target konsumen produk Anda. Desain label harus berkaitan dengan target audiens yang akan membeli produk Anda. Misalnya, label produk kekinian untuk minuman boba, sehingga akan berbeda dengan label untuk jamu tradisional.

Hindari menciptakan desain yang hanya menurut Anda “bagus” saja, tetapi tidak sesuai dengan preferensi atau ekspektasi target audiens. Konsumen minuman anak muda mungkin akan tertarik dengan desain yang ceria dan playful, sementara konsumen produk kesehatan justru mencari kesan serius dan terpercaya. 

Cetak Label Produk

2. Jangan Asal Pilih Bahan Label

Pemilihan bahan label produk juga krusial karena harus disesuaikan dengan jenis produk dan kondisi penggunaannya. Misalnya, stiker vinyl cocok untuk produk yang sering terpapar air atau kelembaban karena sifatnya yang tahan air. Sementara itu, stiker kertas mungkin lebih ekonomis, tapi kurang tahan lama untuk kondisi lembab.

Untuk produk makanan atau minuman, Anda perlu mempertimbangkan bahan yang tahan terhadap minyak, panas, atau dingin. Jangan ragu untuk bertanya dan berdiskusi dengan vendor jasa cetak label tentang berbagai pilihan bahan dan mana yang paling cocok untuk produk Anda. 

3. Warna dan Tipografi Bisa Jadi Penentu Daya Tarik

Warna pada label memiliki kekuatan luar biasa dalam membentuk persepsi konsumen. Warna hijau diasosiasikan dengan alami dan segar, hitam dengan kesan premium dan eksklusif, sementara merah bisa melambangkan energi atau urgensi. Pilihan warna harus selaras dengan image brand Anda dan jenis produknya.

Selain warna, tipografi (jenis huruf) juga sangat penting. Maka dari itu, hindari font yang terlalu rumit dan susah dibaca dari jarak jauh. Lebih baik pilih font yang jelas, mudah dibaca, dan sesuai dengan karakter brand. Ingat, jangan membuat desain label yang terlalu ramai. 

4. Cek Dulu Ukuran dan Bentuk Kemasan Anda

Pastikan ukuran label proporsional dengan bentuk dan dimensi kemasan produk Anda. Jangan sampai label terlalu kepanjangan, terlalu pendek, atau bahkan menutupi informasi penting lain pada kemasan. Diskusikan dengan vendor percetakan label mengenai bentuk botol, kotak, atau wadah produk. Vendor profesional bisa membantu Anda menentukan area ideal untuk penempatan label dan memastikan cetakan presisi.

5. Pilih Vendor yang Bisa Ajak Diskusi, Bukan Sekadar Cetak

Jangan pilih vendor jasa cetak label hanya karena harganya murah saja. Vendor yang baik adalah yang bisa diajak berdiskusi, mengerti tren label produk kekinian, dan mampu memberikan masukan untuk desain label kemasan Anda. Maka dari itu, lihat bagaimana kreativitas mereka dari portofolionya.

Lebih baik lagi jika Anda bisa meminta contoh cetakan (dummy) sebelum melakukan produksi massal. Ini untuk memastikan bahwa warna, detail, dan kualitas cetak sudah sesuai dengan ekspektasi Anda. 


Ingat, Cetak Label Itu Investasi Branding Jangka Panjang!

Cetak label justru jadi investasi branding jangka panjang yang berpengaruh pada produk Anda supaya dapat dilihat di pasar. Jangan terburu-buru membuat desain label kemasan supaya hasilnya menonjol di antara kompetitor. Untuk itu, Anda perlu datang ke vendor percetakan label profesional yang hasilnya berkualitas, salah satunya di PT Pastindo Prima Cipta. Langsung saja klik link ini untuk pemesanan lebih lanjut!

Scroll to Top